Rolex, Dolar, dan Alphard: Kejagung Bongkar Isi Brankas di Balik Skandal Makan Bergizi Gratis
Rangga Pratama
Pemimpin Redaksi / Editor-in-Chief

Kejaksaan Agung mengumumkan penyitaan aset senilai total Rp8,43 miliar dari mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, terkait dugaan korupsi pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026. Pengumuman ini disampaikan pada 4 September 2026, dan menyingkap gaya hidup pejabat yang bertanggung jawab atas program andalan pemerintah untuk anak-anak sekolah tersebut.
Daftar Sitaan yang Menohok
Dari Dadan Hindayana, yang menjabat Kepala BGN sejak Agustus 2024 hingga 2 Juni 2026, Kejagung menyita: satu unit jam tangan Rolex (ditaksir sekitar Rp300 juta), satu unit mobil Toyota Innova Zenix, uang tunai 240.000 dolar AS yang ditemukan di dalam mobil Suzuki Carry di sebuah apartemen di Sentul Tower, 20.000 dolar AS di dalam mobil Honda WR-V, Rp24,5 juta di dalam mobil Toyota Avanza, serta uang tunai Rp540,29 juta. Total estimasi nilai sitaan dari Dadan mencapai Rp8.436.069.815.
Penyidik juga menyita aset dari Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi yang menjabat 17 September 2025 hingga 2 Juni 2026, berupa satu jam tangan Bell & Ross serta sejumlah perhiasan batu mulia โ cincin safir biru alami, rubi alami, dan hessonite alami.
Dari pihak swasta, Asep Yusuf Somantri, disita satu unit BMW 740 LI AT, satu unit Toyota Alphard 2.5X A/T, uang tunai 8.658 dolar AS, dan 1.800 dolar Singapura.
Uang Pengganti, Bukan Sekadar Sitaan Simbolis
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna menegaskan sitaan ini bukan sekadar unjuk gigi penegakan hukum. โSeluruh aset yang disita nantinya akan difungsikan sebagai pembayaran uang pengganti dalam penanganan perkara a quo,โ katanya, sebagaimana diberitakan Antara News. Artinya, barang-barang mewah tersebut akan dikonversi untuk menutup kerugian negara dari program yang seharusnya memberi makan bergizi gratis bagi jutaan anak sekolah, bukan mengisi brankas pribadi pejabatnya.
BGN yang Sudah Bermasalah Sejak Awal
Skandal ini menambah panjang daftar masalah di tubuh BGN. Awal September ini, badan yang sama juga disorot akibat rentetan keracunan massal program MBG di Rembang, Sidoarjo, dan Semarang, yang menuntut evaluasi total. Redaksi Sana Sini News sebelumnya sudah menyoroti bagaimana program yang mulia itu berujung di ranjang rumah sakit โ kini, persoalan bergeser dari dapur yang tak higienis ke rekening dan lemari pejabat yang justru makmur di tengah program yang dijalankan tergesa-gesa.
Ironi Program yang Mengklaim untuk Rakyat
MBG diluncurkan sebagai salah satu program populis andalan pemerintahan Prabowo Subianto, dengan anggaran raksasa dan ambisi menjangkau jutaan siswa. Tapi rentetan temuan โ dari dapur yang meracuni anak-anak hingga pejabat yang menimbun dolar dan jam tangan mewah โ menunjukkan pengawasan program ini jauh tertinggal dari ambisi politiknya. Desakan publik dan kelompok masyarakat sipil agar RUU Perampasan Aset segera disahkan, yang sempat mengemuka dalam demonstrasi akhir Agustus lalu, kini punya justifikasi baru: tanpa mekanisme hukum yang kuat untuk merampas aset hasil korupsi, kasus seperti ini berisiko berhenti di penyitaan tanpa efek jera yang nyata.
Pasang Iklan & Kemitraan Media
Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.
Rangga Pratama
Pemimpin Redaksi Sanasini.news. Mengawal jurnalisme investigatif berintegritas, editorial independen, dan standar etika pers berimbang.