SANASINI.NEWS
Berita Utama

Kebijakan Pemerintah: fokus pada isu sosial-agama di NU

R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi / Editor-in-Chief

770 pembacaSabtu, 22 Agustus 2026 pukul 23.20 WIB
Kebijakan Pemerintah: fokus pada isu sosial-agama di NU
Ilustrasi Berita — Foto & Dokumentasi Sanasini.news

Kebijakan pemerintah terkait keinginan Nahdliyin untuk mengalihkan fokus Nahdlatul Ulama (NU) kepada isu sosial-agama menjadi perhatian utama dalam beberapa minggu terakhir. Survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas warga NU lebih memilih organisasi mereka terlibat dalam masalah sosial dan keagamaan dibandingkan dengan politik praktis dan sektor tambang.

Hasil survei yang dirilis oleh Paramater Politik Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 60% responden menginginkan NU untuk lebih aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan pemberdayaan bisnis" class="internal-link font-semibold text-brand-600 dark:text-brand-400 underline decoration-brand-500/40 hover:decoration-brand-600 transition-colors" title="ekonomi">ekonomi. Hal ini menandakan adanya perubahan paradigma di kalangan Nahdliyin yang mulai mengedepankan isu-isu sosial daripada terjun ke dalam politik praktis yang kerap kali dianggap tidak sejalan dengan prinsip awal pendirian NU.

Fenomena ini juga beriringan dengan kebangkitan gerakan sosial di berbagai daerah, di mana banyak ulama dan tokoh NU mulai menyuarakan pentingnya fokus pada penguatan komunitas dan pengembangan kemampuan ekonomi masyarakat. Dalam konteks ini, kebijakan pemerintah pun seharusnya dapat mendukung arah tersebut agar dampak positif dapat dirasakan secara luas.

Di sisi lain, pergeseran ini juga menantang para politisi dan pengambil keputusan untuk lebih peka terhadap aspirasi masyarakat Nahdliyin. Keberlanjutan NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tentu sangat dipengaruhi oleh kemampuannya untuk merespons isu-isu kontemporer yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Seiring dengan itu, diskusi tentang peran politik NU dalam pemilihan umum mendatang pun menjadi semakin relevan. Apakah NU akan mengambil langkah lebih aktif dalam mendukung kandidat tertentu, atau justru mempertahankan jarak dari politik praktis demi menjaga integritasnya sebagai organisasi keagamaan masih menjadi tanda tanya besar.

Menanggapi hal tersebut, beberapa tokoh NU menegaskan bahwa keputusan untuk menjauh dari politik tidak berarti menutup mata terhadap dinamika politik yang ada. Mereka berpendapat bahwa NU dapat tetap berperan sebagai mediator dan pendorong perubahan sosial tanpa harus terlibat langsung dalam politik praktis.

Kebijakan pemerintah yang responsif terhadap keinginan masyarakat Nahdliyin untuk fokus pada isu sosial-agama diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan antarwarga. Dalam jangka panjang, ini juga berpotensi memperkuat posisi NU dalam konteks keagamaan dan sosial di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, baca kabar menarik lainnya di Sanasini.

Baca juga: Kemenpora Resmikan Indonesia Sports Summit: 2026: Bikin Seru! untuk kabar menarik lainnya.

Dilansir dari AFU.id.

Iklan / AdvertorialSanasini Network
S

Pasang Iklan & Kemitraan Media

Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.

Hubungi Redaksi
R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi Sanasini.news. Mengawal jurnalisme investigatif berintegritas, editorial independen, dan standar etika pers berimbang.