S
SANASINI.NEWS
Berita Utama

Sebulan Berlalu, Korban Keracunan MBG Berastagi Masih Berjuang — Wapres Gibran Jenguk, Orang Tua Ancam Jalur Hukum

R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi / Editor-in-Chief

Jumat, 11 September 2026 pukul 12.56 WIB
Sebulan Berlalu, Korban Keracunan MBG Berastagi Masih Berjuang — Wapres Gibran Jenguk, Orang Tua Ancam Jalur Hukum
Ilustrasi Berita — Foto & Dokumentasi Sanasini.news

Sebulan setelah kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sejumlah korban masih berjuang dengan komplikasi kesehatan di rumah sakit. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjenguk para pasien pada Jumat (11/9), membawa dokter pribadinnya untuk mengoordinasikan penanganan, sedangkan sejumlah orang tua korban mengumumkan berencana menempuh jalur hukum.

Ratusan Siswa Keracunan Usai Menu MBG, Sebulan Berlalu

Insiden keracunan massal terjadi pada pertengahan Agustus 2026, saat ratusan siswa dari lima sekolah di Kabupaten Karo mengalami gejala keracunan — termasuk gatal, muntah, dan sesak napas — setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). Paling banyak kasus dilaporkan dari SMA Negeri 1 Berastagi dan SMK Negeri 1 Berastagi. Makanan dipasok dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berastagi Sempajaya, yang berada di bawah Yayasan Manunggal Kartika Jaya.

Badan Gizi Nasional (BGN) Sumut hentikan sementara operasional dapur tersebut dan mencopot kepala SPPG, di tengah investigasi penyebab kejadian. Sebulan kemudian, sejumlah pasien masih dirawat di rumah sakit Berastagi dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Gibran Jenguk Pasien, Bawa Dokter Pribadi

Saat mengunjungi pasien di Rumah Sakit Efarina Etaham dan RSU Amanda, Berastagi, Jumat, Gibran memastikan kondisi anak-anak tersebut mendapat penanganan yang diperlukan, dan membuka opsi rujukan, termasuk ke fasilitas kesehatan di Jakarta yang memiliki dukungan medis sesuai dengan kondisi pasien.

“Ini saya ke sini membawa dokter pribadi saya. Saya minta dokter saya tinggal di sini dulu, untuk mengoordinasikan sekiranya ada anak-anak yang butuh penanganan lebih intens di Jakarta,” kata Gibran sebagaimana keterangan yang diterima, Jumat.

Dokter pribadi Wakil Presiden selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera dirujuk sesuai kebutuhan medis. Salah satu pasien, siswi SMK Negeri 1 Berastagi berinisial F. P., yang diduga hilang ingatan sejak keracunan dan mengalami kejang-kejang sejak Kamis (10/9), kini menjalani rawat inap di RSU Amanda Berastagi setelah sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan — proses rujukan ke Jakarta tengah dipersiapkan.

Di RS Efarina Etaham, salah satu orang tua pasien, Fitriani, menyambut baik opsi rujukan yang diberikan Gibran untuk putrinya, berinisial A. P. S. “Kata Bapak (Wapres), kalau mau dirujuk, boleh ke Medan, boleh ke Jakarta,” ujar Fitriani. Keluarga kemudian memutuskan membawa putrinya ke Jakarta agar mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Kedatangan Wakil Presiden didampingi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Kabupaten Karo Antonius Ginting, dan disambut dengan pengawalan ketat dari personel gabungan TNI, Polri, serta Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Orang Tua Ancam Jalur Hukum

Sejumlah perwakilan orang tua korban menyampaikan keberatan atas kasus keracunan yang menimpa anak-anak mereka, dan beberapa menyatakan berencana menempuh jalur hukum terhadap pihak yang dinilai bertanggung jawab atas keracunan MBG tersebut. Mereka meminta kasus itu diusut dan pihak terkait bertanggung jawab atas dampak yang dialami para korban.

Iklan / AdvertorialSanasini Network
S

Pasang Iklan & Kemitraan Media

Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.

Hubungi Redaksi
R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi Sanasini.news. Mengawal jurnalisme investigatif berintegritas, editorial independen, dan standar etika pers berimbang.