SANASINI.NEWS
Berita Utama

Hilirisasi Logam Tanah Jarang: Pakar nilai Perminas dan BIM percepat

R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi / Editor-in-Chief

876 pembacaSenin, 7 September 2026 pukul 15.18 WIB
Hilirisasi Logam Tanah Jarang: Pakar nilai Perminas dan BIM percepat
Ilustrasi Berita — Foto & Dokumentasi Sanasini.news

Hilirisasi logam tanah jarang mendapatkan angin segar dengan kontribusi Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) dan Badan Investasi dan Manajemen (BIM) dalam mempercepat pengembangan industri strategis ini. Para pakar menilai sinergi kedua lembaga negara ini akan membawa dampak signifikan bagi kemandirian teknologi tinggi Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Peran Strategis Perminas dan BIM

Analis sumber daya mineral, Prof. Dr. Ahmad Syafiq, menjelaskan bahwa Perminas memiliki peran krusial dalam mengintegrasikan seluruh rantai nilai logam tanah jarang mulai dari eksplorasi hingga produksi. Sementara itu, BIM dinilai mampu menyediakan model pendanaan inovatif yang dibutuhkan untuk proyek-proyek hilirisasi bernilai tinggi namun berisiko ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat memangkas ketergantungan pada investor asing sekaligus meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri.

“Keberhasilan hilirisasi logam tanah jarang akan menentukan posisi Indonesia dalam peta industri teknologi dunia, terutama untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik, turbin angin, dan peralatan elektronik canggih,” tegas Syafiq dalam seminar nasional yang digelar pekan lalu.

Dukungan Kebijakan Pemerintah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan sejumlah insentif fiskal dan non-fiskal untuk mendukung program ini. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa pemerintah sedang menyusun regulasi khusus yang akan mempermudah proses perizinan dan memberikan kepastian hukum bagi investasi di sektor logam tanah jarang.

“Kami sedang mempercepat penyelesaian Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengelolaan Logam Tanah Jarang yang akan menjadi payung hukum bagi pengembangan industri ini,” jelas Arifin dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo akhir Agustus lalu. Regulasi ini diharapkan selesai dalam kuartal ketiga tahun 2026.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meskipun potensinya besar, implementasi hilirisasi logam tanah jarang masih menghadapi beberapa tantangan serius. Masalah utama yang dihadapi antara lain terbatasnya teknologi pengolahan dalam negeri, minimnya SDM ahli, serta kompleksitas proses pemurnian yang membutuhkan investasi besar. Selain itu, isu lingkungan dari penambangan dan pengolahan logam tanah jarang juga menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan.

Direktur Utama Perminas, Rachmat Makkasau, mengakui bahwa pihaknya sedang berupaya keras mengatasi tantangan tersebut melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri. “Kami telah menjalin kemitraan dengan beberapa universitas terkemuka untuk pengembangan teknologi dan peningkatan kapasitas SDM,” ujar Rachmat dalam wawancara eksklusif minggu ini.

Menurut data Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi cadangan logam tanah jarang yang cukup besar, terutama di wilayah Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tengah. Pemanfaatan optimal sumber daya ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor mineral terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Para ahli memperkirakan bahwa dengan dukungan penuh dari Perminas dan BIM, Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam industri logam tanah jarang global dalam 5-10 tahun mendatang. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi baterai kendaraan listrik terbesar di dunia.

Simak juga kabar menarik lainnya mengenai perkembangan industri strategis nasional di Sanasini. Dilansir dari berbagai sumber resmi pemerintah, upaya hilirisasi logam tanah jarang ini merupakan langkah penting menuju kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam.

Baca juga: Kebijakan Pemerintah: minta perusahaan terlibat karhutla diusut untuk kabar menarik lainnya.

Dilansir dari Antara News Terkini.

Iklan / AdvertorialSanasini Network
S

Pasang Iklan & Kemitraan Media

Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.

Hubungi Redaksi
R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi Sanasini.news. Mengawal jurnalisme investigatif berintegritas, editorial independen, dan standar etika pers berimbang.