Bulog Siagakan 93,7 Ribu Ton Beras di NTT, Langkah Strategis Mitigasi Pangan
Rangga Pratama
Pemimpin Redaksi / Editor-in-Chief

PT Perum Bulog secara resmi menyiagakan pasokan beras dalam jumlah besar guna mendukung penanganan dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi kesiapsiagaan pangan nasional untuk memastikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi, terutama di tengah kondisi tanggap darurat bencana yang masih berjalan.
Total stok yang disiapkan mencapai 93,7 ribu ton, jumlah yang cukup signifikan dan direncanakan untuk mencakup kebutuhan dasar warga hingga beberapa bulan mendatang. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan logistik pangan di daerah yang memiliki risiko aktivitas seismik tinggi.
Rincian Sumber dan Total Stok Beras
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan penjelasan mendalam terkait skema penyediaan pasokan ini. Menurutnya, stok beras yang disiagakan di NTT berasal dari integrasi dua sumber utama yang dirancang untuk menjaga ketersediaan tetap stabil. Sebanyak 26.336 ton bersumber dari gudang-gudang regional yang tersebar di seluruh wilayah NTT sendiri, sedangkan 67.446 ton lainnya didatangkan melalui Program Logistik Nasional yang dipasok dari berbagai provinsi di Indonesia.
βStok kami ke depan di NTT adalah 93.782 ton, ini adalah angka yang cukup aman untuk situasi saat ini,β ujar Ramdhani. Sinergi antara stok lokal dan logistik nasional ini dirancang agar distribusi tetap berjalan efisien tanpa terkendala isu ketersediaan di tingkat regional.
Proyeksi Ketahanan Pangan untuk Lima Bulan
Berdasarkan hitungan strategis Bulog, jumlah penduduk terdampak gempa di NTT tercatat mencapai sekitar 150.576 jiwa. Estimasi kebutuhan beras untuk populasi tersebut mencapai angka 46.368 ton setiap bulannya. Jika ditarik garis lurus, ketersediaan stok 93,7 ribu ton saat ini diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan pangan warga terdampak selama kurang lebih lima bulan ke depan.
Cadangan Buffer dan Mitigasi Bencana
Selain cadangan stok reguler untuk kebutuhan harian, Bulog turut menyiapkan cadangan buffer khusus yang sangat krusial. Cadangan ini setara dengan 10 kali periode masa tanggap darurat yang diperpanjang (masing-masing periode berlangsung 14 hari), dengan total volume mencapai 18.900 ton. Perbedaan antara proyeksi 5 bulan (untuk kebutuhan normal warga) dan cadangan khusus ini menunjukkan strategi berlapis yang diterapkan Bulog: satu untuk kebutuhan logistik masyarakat dalam jangka menengah, dan satu lagi khusus untuk skenario tanggap darurat ekstrem.
Langkah antisipasi berlapis ini diambil mengingat aktivitas seismik di NTT masih menunjukkan intensitas yang tinggi, dengan catatan lebih dari 5.000 gempa susulan yang terjadi pascabencana utama.
Jalur Distribusi Multi-Moda ke Wilayah Terpencil
Tantangan geografis di NTT yang terdiri dari banyak pulau tidak menghalangi komitmen Bulog. Penyaluran bantuan beras dilakukan melalui kolaborasi erat dengan BNPB, TNI, dan Polri. Jalur distribusi yang digunakan pun sangat variatif, mulai dari jalur darat, laut, udara, hingga penggunaan sepeda motor untuk menembus aksesibilitas di wilayah-wilayah terpencil.
Setiap kabupaten yang terdampak menerima alokasi sekitar 20.000 ton beras, yang disalurkan bersamaan dengan paket bantuan lainnya seperti minyak goreng sebanyak 1.000 liter untuk membantu meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat.
Komitmen Bulog dalam Penanganan Bencana
Langkah kesiagaan ini menunjukkan upaya antisipatif pemerintah melalui Bulog dalam menghadapi potensi kebutuhan pangan darurat berkepanjangan. Kesiapan logistik menjadi pilar utama dalam pemulihan pascabencana. Hingga artikel ini diturunkan, belum ada pernyataan tambahan dari pihak Bulog terkait adanya rencana pendistribusian lanjutan, namun pemantauan di lapangan tetap dilakukan secara intensif.
(Artikel disusun ulang dari laporan Tribunnews oleh Rizki Sandi Saputra pada 23 Agustus 2026. Sanasini News berkomitmen menyajikan informasi akurat seputar ketahanan pangan nasional.)
Pasang Iklan & Kemitraan Media
Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.
Rangga Pratama
Pemimpin Redaksi Sanasini.news. Mengawal jurnalisme investigatif berintegritas, editorial independen, dan standar etika pers berimbang.