AS Serang Larak Island, Iran Balas ke Jordan dan UEA: Eskalasi Militer Terbesar Sebulan Terakhir
Rangga Pratama
Pemimpin Redaksi / Editor-in-Chief

Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah sebulan relatif tenang. Amerika Serikat melancarkan serangan ke Larak Island, sebuah pulau strategis Iran di Selat Hormuz, pada Minggu (30/8/2026) malam, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan rudal ke pangkalan udara Amerika di Yordania dan drone ke Uni Emirat Arab (UEA) keesokan harinya.
Serangan AS ke Larak Island
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan ke Larak Island menyasar situs peluncur roket dan pasukan penambang ranjau laut Iran yang dinilai menimbulkan “ancaman langsung” terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. AS menyebut aksinya sebagai “tindakan terbatas dan presisi”.
Iran Balas ke Dua Pangkalan di Yordania
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran membalas dengan menembakkan rudal balistik ke dua pangkalan udara Amerika di Yordania, yaitu Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Azraq dan Pangkalan Udara King Hussein. IRGC mengklaim serangannya “menghancurkan infrastruktur teknis dan perbaikan, serta area penempatan pesawat tempur musuh”, meski tidak menyertakan angka korban atau kerusakan yang terverifikasi. Militer Yordania melaporkan berhasil mencegat delapan rudal Iran.
UEA Cegat Drone, Bantah Serangan ke Al Minhad
Iran juga mengklaim menyerang Pangkalan Udara Al Minhad di Dubai menggunakan “puluhan drone serang”. Namun, Kementerian Pertahanan UEA membantah klaim tersebut, menyebutnya tidak benar. UEA menyatakan telah “menangani” sebuah drone Iran yang terdeteksi mendekat dari arah Iran di atas perairan teritorialnya, tanpa ada kerusakan yang dilaporkan.
Kementerian Luar Negeri UEA menyebut insiden itu sebagai “eskalasi berbahaya” yang merupakan “pelanggaran nyata terhadap kedaulatan, keamanan, dan stabilitas UEA, serta ancaman langsung terhadap keselamatan warga negara dan penduduknya”.
Pernyataan Kedua Pihak
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya “tidak mencari perang, tapi akan memberikan respons tegas terhadap pihak yang melakukan agresi”. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengunggah video hasil AI di Truth Social yang menggambarkan Kharg Island — pusat ekspor minyak utama Iran — dihancurkan, dengan keterangan “Kharg Island being blown to smithereens!!!”
Konteks: Ketegangan yang Belum Reda
Eskalasi ini terjadi setelah konflik AS-Israel-Iran yang lebih luas memasuki bulan keenam, dan bertepatan dengan kunjungan Presiden Pezeshkian ke KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgistan untuk bertemu pemimpin Rusia dan China. Insiden ini juga menyusul selesainya operasi pembersihan ranjau AS di Selat Hormuz, serta keputusan UEA menghentikan seluruh perdagangan dengan Iran dua pekan sebelumnya.
Baca juga: Film Bioskop September 2026: 15 Fakta tentang untuk kabar menarik lainnya.
Dilansir dari Al Jazeera.
Pasang Iklan & Kemitraan Media
Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.
Rangga Pratama
Pemimpin Redaksi Sanasini.news. Mengawal jurnalisme investigatif berintegritas, editorial independen, dan standar etika pers berimbang.