SANASINI.NEWS
Berita Utama

5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Usai Liput Erupsi Anak Krakatau, Pencarian Masuk Hari Ketiga

R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi / Editor-in-Chief

2.320 pembacaKamis, 10 September 2026 pukul 03.22 WIB
5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Usai Liput Erupsi Anak Krakatau, Pencarian Masuk Hari Ketiga
Ilustrasi Berita — Foto & Dokumentasi Sanasini.news

Lima jurnalis dan fotografer hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026. Mereka menumpang kapal cepat untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Hingga Kamis (10/9), tim SAR gabungan Banten dan Lampung memasuki hari ketiga pencarian dengan area yang terus diperluas.

Berangkat dari Dermaga Pagedongan, Kontak Putus di Tengah Laut

Rombongan bertolak dengan satu kapal cepat pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten – bukan dari wilayah Lampung Selatan. Perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam. Sekitar pukul 14.42 WIB salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi kepada rekan jurnalis di Lampung. Komunikasi dengan rombongan kemudian dinyatakan putus pada pukul 15.04 WIB.

Lima Nama yang Dicari

Kelima jurnalis yang hilang kontak adalah Muhammad Bagus Khoirunas (pewarta foto LKBN ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (pewarta lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu Agency). Mereka berada dalam satu kapal cepat berisi total delapan penumpang – lima jurnalis ditambah nakhoda, anak buah kapal, dan satu pemandu.

Operasi SAR Gabungan Sejak Hari Pertama

Pencarian melibatkan gabungan lintas wilayah dan lintas lembaga: Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI Angkatan Laut, hingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banten. Pada hari kedua, tim mengerahkan tujuh Search and Rescue Unit dari lima sektor pencarian dengan sembilan alat utama, di antaranya RIB 02 Banten, dua RIB dari Lampung, KN SAR Tetuka, KL Anyar, KP Sanjaya, KRI Leuser, dan KRI Lepu. Penyisiran udara dengan drone juga dilakukan di sekitar Pulau Sebuku.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan bahwa sektor selatan hingga radius 15-20 mil laut dari titik Gunung Anak Krakatau telah ter-cover penuh. “Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau,” kata Al Amrad (ANTARA).

Cuaca Jadi Tantangan, Pencarian Berlanjut ke Sisi Utara

Memasuki hari ketiga, Kamis (10/9), pencarian kembali dijalankan sejak pagi hari. Al Amrad mengingatkan bahwa angin dan gelombang laut terpantau semakin kencang menjelang siang hingga sore, dengan tinggi gelombang di perairan tercatat antara 1 hingga 2 meter. Perluasan ke arah utara tetap dilakukan mengikuti perhitungan arus, pergeseran ombak, dan arah angin, dengan titik basis utama tetap berada di dekat kawasan Gunung Anak Krakatau.

Warga Pesisir Ikut Turun Tangan

Selain unsur resmi, warga pesisir Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, ikut membantu penyisiran secara swadaya. Koordinator warga pesisir, Irvan Kipong, menyampaikan bahwa kru dari komunitas Ujung Kulon Adventure ikut menyisir perairan di sekitar Pulau Panaitan. “Hari ini, Kamis (10/9) pukul 07.00 WIB, kami dari kru Ujung Kulon Adventure insya Allah akan menyisir perairan wilayah Panaitan, wilayah Selat Sunda,” ujar Irvan (Media Indonesia).

Posko ANTARA dan Harapan Rekan Sejawat

LKBN ANTARA mendirikan pos koordinasi bersama di Carita, Banten, untuk memastikan komunikasi dan informasi perkembangan berjalan cepat. Direktur Pemberitaan ANTARA, Virgandhi Prayudantoro, berada di posko untuk koordinasi langsung. “Saya sementara berkantor di sini, koordinasi sedang dilakukan dari sini,” ujarnya.

Direktur Utama ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyampaikan harapan agar pencarian segera menemukan titik terang. “Kami berharap yang terbaik dan proses pencarian bisa menemukan titik terang,” katanya (ANTARA).

Situasi Masih Berkembang

Hingga berita ini disusun, kelima jurnalis belum ditemukan dan operasi pencarian gabungan masih terus berlangsung dengan dukungan aparat, TNI-Polri, hingga warga pesisir. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau seiring berjalannya operasi SAR di perairan Selat Sunda.

Iklan / AdvertorialSanasini Network
S

Pasang Iklan & Kemitraan Media

Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.

Hubungi Redaksi
R

Rangga Pratama

Pemimpin Redaksi Sanasini.news. Mengawal jurnalisme investigatif berintegritas, editorial independen, dan standar etika pers berimbang.