SANASINI.NEWS
Internasional

Perpajakan Internasional: Tanggapan Terhadap Kerangka Baru PBB

R

Rendy Pangkerejo

Redaktur Internasional & Geopolitik

2.554 pembacaSenin, 17 Agustus 2026 pukul 08.05 WIB
Perpajakan Internasional: Tanggapan Terhadap Kerangka Baru PBB
Ilustrasi Berita — Foto & Dokumentasi Sanasini.news

Perpajakan internasional kini menjadi fokus utama dalam diskusi global setelah PBB mengusulkan kerangka baru yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa pajak dan memperkuat hak pemajakan antarnegara. Usulan ini muncul di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya keadilan dalam sistem perpajakan global yang sering kali tidak seimbang.

Dalam beberapa minggu terakhir, berbagai negara telah terlibat dalam perdebatan intensif mengenai bagaimana kerangka ini dapat diterapkan secara efektif. Negara-negara dari Global South, yang sering kali merasa terpinggirkan dalam keputusan-keputusan penting, menyerukan agar hak mereka diakui dalam setiap pembahasan yang berkaitan dengan perpajakan internasional.

Menurut laporan terbaru, kerangka yang diusulkan oleh PBB ini mencakup beberapa elemen kunci, termasuk pengaturan yang lebih baik untuk pajak digital dan pajak terhadap perusahaan multinasional. Hal ini diharapkan dapat mengurangi penghindaran pajak yang selama ini merugikan negara-negara berkembang.

Selain itu, kerangka ini juga berupaya untuk memberikan solusi terhadap sengketa pajak yang sering kali berlarut-larut, yang mengakibatkan ketidakpastian bagi investor dan pelaku bisnis. Dengan adanya sistem yang lebih terstruktur, diharapkan akan tercipta iklim investasi yang lebih baik di berbagai negara.

Beberapa negara maju, meskipun mendukung ide dasar dari kerangka ini, menunjukkan kekhawatiran mengenai potensi dampaknya terhadap pendapatan pajak mereka. Mereka berargumen bahwa perubahan ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerugian yang signifikan bagi anggaran negara.

Di sisi lain, para aktivis dan ekonom dari negara-negara berkembang menekankan bahwa tanpa adanya perubahan yang signifikan dalam sistem perpajakan internasional, ketimpangan global akan terus berlanjut. Mereka menuntut agar negara-negara maju tidak hanya berfokus pada kepentingan mereka sendiri, tetapi juga mempertimbangkan dampak dari kebijakan mereka terhadap negara-negara lain.

Dengan adanya kerangka baru ini, PBB berupaya untuk menciptakan kesepakatan yang lebih inklusif dan adil dalam perpajakan internasional. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa semua negara, terlepas dari ukuran dan kekuatan ekonomi mereka, memiliki suara dalam menentukan aturan pajak global.

Ke depannya, hasil dari pembahasan ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret untuk masalah perpajakan internasional yang kompleks. Kabar menarik lainnya di Sanasini.

Baca juga: Kabar Selebriti Terbaru: ParaSuami dan Lagu JAMED untuk kabar menarik lainnya.

Dilansir dari Presiden RI.

Iklan / AdvertorialSanasini Network
S

Pasang Iklan & Kemitraan Media

Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.

Hubungi Redaksi
R

Rendy Pangkerejo

Redaktur Internasional Sanasini.news. Mengulas pergeseran geopolitik global, diplomasi strategis, dan konflik kawasan dunia.