SANASINI.NEWS
Internasional

Perpajakan Internasional: Apa yang baru dalam kerangka global?

R

Rendy Pangkerejo

Redaktur Internasional & Geopolitik

2.701 pembacaSenin, 17 Agustus 2026 pukul 03.05 WIB
Perpajakan Internasional: Apa yang baru dalam kerangka global?
Ilustrasi Berita — Foto & Dokumentasi Sanasini.news

Perpajakan internasional menjadi sorotan utama dalam beberapa minggu terakhir, seiring dengan pembahasan kerangka baru yang dirumuskan oleh PBB. Diskusi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan perpajakan yang dihadapi negara-negara di seluruh dunia, terutama dalam konteks globalisasi yang semakin mendalam.

Kerangka perpajakan internasional yang diusulkan oleh PBB berfokus pada hak pemajakan dan penyelesaian sengketa pajak di antara negara-negara. Hal ini menjadi semakin penting mengingat banyaknya perusahaan multinasional yang beroperasi di berbagai yurisdiksi, yang sering kali menghindari pajak dengan memanfaatkan celah hukum.

Dalam sidang yang diadakan di markas besar PBB, para pemimpin dunia dan pakar bisnis" class="internal-link font-semibold text-brand-600 dark:text-brand-400 underline decoration-brand-500/40 hover:decoration-brand-600 transition-colors" title="ekonomi">ekonomi berkumpul untuk membahas isu-isu mendesak terkait perpajakan internasional. Mereka menekankan perlunya kerjasama yang lebih erat antara negara-negara untuk menciptakan sistem perpajakan yang adil dan transparan. Ini termasuk upaya untuk mengurangi penghindaran pajak dan memastikan bahwa semua negara mendapatkan bagian yang adil dari pendapatan pajak.

Salah satu poin penting dalam diskusi ini adalah perlunya pengakuan terhadap hak pemajakan negara asal dan negara tempat perusahaan beroperasi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi konflik yang sering terjadi akibat tumpang tindih yurisdiksi perpajakan. Selain itu, kerangka ini juga berpotensi untuk menciptakan mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih efektif untuk menangani ketegangan antara negara-negara terkait pajak.

Para ahli memperkirakan bahwa jika kerangka perpajakan internasional ini diadopsi, hal ini akan membawa dampak signifikan terhadap ekonomi global. Negara-negara berkembang, khususnya, diharapkan dapat merasakan manfaat dari sistem perpajakan yang lebih adil, yang dapat meningkatkan pendapatan mereka dan mendukung pembangunan ekonomi.

Namun, tantangan tetap ada. Beberapa negara mungkin enggan untuk menyerahkan sebagian kedaulatan mereka dalam hal pemungutan pajak. Selain itu, implementasi kerangka baru ini memerlukan komitmen politik yang kuat dari semua pihak yang terlibat.

Dengan demikian, perpajakan internasional tidak hanya menjadi isu teknis, tetapi juga mencerminkan dinamika geopolitik yang lebih luas. Kerangka baru ini berpotensi untuk mengubah cara negara-negara berinteraksi dalam konteks ekonomi global, dan dapat menjadi langkah penting menuju sistem perpajakan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Untuk berita menarik lainnya, kunjungi Sanasini.

Baca juga: Perkembangan Teknologi Terbaru: Motor Listrik Nasional Diluncurkan untuk kabar menarik lainnya.

Dilansir dari Presiden RI.

Iklan / AdvertorialSanasini Network
S

Pasang Iklan & Kemitraan Media

Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.

Hubungi Redaksi
R

Rendy Pangkerejo

Redaktur Internasional Sanasini.news. Mengulas pergeseran geopolitik global, diplomasi strategis, dan konflik kawasan dunia.