SANASINI.NEWS
Nasional

Kapolda Kalsel Gandeng Tni: Dulu Karhutla Makin Parah, Sekarang

A

Ahmad Choiril

Redaktur Nasional & Humaniora

1.286 pembacaKamis, 3 September 2026 pukul 18.09 WIB
Kapolda Kalsel Gandeng Tni: Dulu Karhutla Makin Parah, Sekarang
Ilustrasi Berita — Foto & Dokumentasi Sanasini.news

Kapolda Kalsel gandeng TNI AL dan AU dalam upaya inovatif untuk menghadapi karhutla yang mengancam ribuan hektar lahan. Dalam pertemuan yang berlangsung baru-baru ini, kedua institusi ini sepakat untuk mendistribusikan cairan inovasi pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diyakini dapat mengurangi dampak dari kebakaran yang semakin sering terjadi di Kalimantan Selatan. Kesepakatan ini adalah langkah nyata untuk menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari bencana asap.

Inovasi Cairan Pemadam yang Menarik

Cairan pemadam yang digunakan dalam program ini merupakan hasil inovasi dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh tim ahli. Cairan ini diklaim lebih efektif dibandingkan air biasa dalam memadamkan api yang disebabkan oleh kebakaran lahan. Keunggulan lainnya adalah cairan ini dapat mempercepat proses pemadaman dan meminimalisir kerusakan lingkungan akibat karhutla. Dengan bergandeng tangan, Kapolda Kalsel bersama TNI AL dan AU berharap dapat meminimalisir kebakaran yang terjadi di wilayahnya.

Dalam berbagai uji coba, cairan ini terbukti mampu menahan api lebih lama dan memiliki kemampuan menembus area yang sulit dijangkau. Ini jadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini resah dengan ancaman asap dan kabut yang sering terjadi saat musim kemarau. Jadi, harapannya, dampak dari kebakaran hutan yang kerap bikin geger itu bisa diminimalisir.

Kerja Sama Tiga Pilar

Kerja sama antara Kapolda Kalsel, TNI AL, dan TNI AU ini bukan hanya terbatas pada distribusi cairan pemadam, namun juga mencakup pelatihan dan pembekalan bagi petugas di lapangan. Dengan pelatihan yang baik, diharapkan petugas pemadam kebakaran bisa lebih siap dalam menghadapi situasi darurat. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang selama ini harus berjuang melawan asap yang sering mengganggu kesehatan.

Pemadam kebakaran hutan bukanlah tugas yang mudah, apalagi di tengah cuaca ekstrem yang sering melanda. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan semua pihak dapat bersatu untuk menjaga ekosistem dan kesehatan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga digugah untuk memberikan dukungan lebih dalam hal anggaran untuk program-program serupa di masa depan.

Dampak untuk Lingkungan dan Masyarakat

Langkah Kapolda Kalsel dan TNI ini diharapkan dapat mengurangi jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Selatan. Dengan mengurangi kebakaran, berarti kualitas udara bisa lebih baik, sehingga kesehatan masyarakat pun bisa terjaga. Hal ini sangat penting, mengingat banyaknya kasus penyakit pernapasan yang muncul saat musim kemarau karena asap kebakaran. Jadi, inovasi pemadam karhutla ini adalah win-win solution untuk semua.

Apalagi, langkah ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya yang juga mengalami masalah serupa. Kerja sama antara kepolisian dan tentara ini dapat menjadi pelajaran bahwa penanganan karhutla memang harus dilakukan secara kolaboratif. Semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun institusi, harus bersatu untuk melawan ancaman karhutla yang sudah menjadi masalah nasional.

Dengan demikian, kita semua patut mendukung langkah-langkah inovatif seperti ini. Masyarakat juga diharapkan lebih aktif dalam melaporkan titik-titik kebakaran yang terjadi di sekitar mereka agar tindakan cepat dapat diambil. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama. Untuk kabar menarik lainnya, jangan lupa cek di Sanasini!

Baca juga: Dua Pelaut Filipina Tewas di Selat Hormuz: Ongkos Manusia yang Tenggelam di Balik Perang Geopolitik untuk kabar menarik lainnya.

Dilansir dari Republika.

Iklan / AdvertorialSanasini Network
S

Pasang Iklan & Kemitraan Media

Jangkau pembaca berita nasional dan pembaca cerdas di seluruh Indonesia.

Hubungi Redaksi
A

Ahmad Choiril

Redaktur Nasional Sanasini.news. Mengabarkan denyut nadi Nusantara, dinamika sosial masyarakat, dan kearifan budaya tanah air.